Peringkat FIFA Timnas Jadi Bahan Obrolan Sampai Bangga

Peringkat FIFA Timnas

Peringkat FIFA Timnas, sebagai penggemar sepak bola sejak kecil, saya dulu sering banget merasa nggak enak hati tiap lihat peringkat FIFA Timnas Indonesia. Bukannya apa-apa, ranking kita sempat terperosok banget. Pernah tuh nyampe posisi 170-an, dan itu sakitnya bukan main.

Apalagi kalau ngobrol sama teman yang fans berat tim nasional negara lain—ada yang fans Jepang, Korea Selatan, bahkan Malaysia. Pas mereka mulai bahas prestasi negara masing-masing, saya cuma bisa nyengir. Bukannya nggak cinta timnas, tapi ya… harus realistis juga.

Saya sempat bertanya-tanya, kenapa ranking kita selalu rendah? Apa bener FIFA ranking itu penting? Dan apakah bisa naik kalau performa kita bagus di satu dua pertandingan?

Ternyata jawabannya jauh lebih kompleks dari yang saya kira.

Peringkat FIFA Timnas? Dulu Cuma Jadi Bahan Ceng-cengan

Peringkat FIFA Timnas

Apa Itu Peringkat FIFA dan Gimana Cara Kerjanya?

Awalnya saya kira peringkat FIFA itu cuma dihitung berdasarkan menang atau kalah. Tapi ternyata lebih dalam dari itu.

Jadi, sistem peringkat FIFA yang digunakan saat ini (disebut FIFA Ranking “SUM”), dihitung berdasarkan formula khusus. Mereka mempertimbangkan:

  • Hasil pertandingan (menang, seri, kalah)

  • Pentingnya pertandingan (friendly vs kualifikasi vs turnamen besar)

  • Kekuatan lawan

  • Konfederasi tempat tim berasal (AFC, UEFA, CONMEBOL, dll.)

Misalnya, menang lawan tim ranking tinggi di laga resmi bakal kasih poin lebih banyak dibanding menang lawan tim lemah di laga persahabatan. Bahkan, kadang seri lawan tim ranking 50 besar bisa lebih bernilai daripada menang lawan tim ranking 180.

Dan sejak saya tahu rumus ini, saya jadi lebih bisa menghargai perjuangan pelatih dan pemain timnas.

Momen Ketika Ranking FIFA Timnas Akhirnya Mulai Naik

Saya masih ingat banget, titik baliknya datang saat Timnas Indonesia mulai tampil lebih stabil di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong. Perlahan tapi pasti, tim ini mulai menunjukkan identitas.

Mulai dari lolos ke Piala Asia, menang lawan tim-tim tangguh Asia Tenggara, sampai bikin kejutan lawan tim-tim di atas kertas lebih kuat. Setiap kemenangan itu bukan cuma bikin senang, tapi juga mengatrol ranking FIFA kita secara perlahan.

Dari yang sempat ada di posisi 173, timnas Indonesia sekarang bisa masuk ke peringkat 130-an (tergantung waktu baca, ya). Buat negara lain, mungkin itu nggak berarti. Tapi buat saya? Itu seperti penegasan bahwa kita masih punya harapan.

Saya jadi rutin cek situs FIFA tiap kali ada pertandingan FIFA Matchday. Cuma buat lihat, “Eh naik berapa poin ya minggu ini?” Kadang naik 3 posisi, kadang stagnan, tapi tetap bikin penasaran.

Efek Peringkat FIFA yang Sering Diabaikan

Peringkat FIFA Timnas

Saya dulu mikir, ranking FIFA itu cuma statistik aja. Tapi ternyata, peringkat FIFA itu berdampak besar dalam beberapa hal, antara lain:

  1. Penentuan Pot Undian Turnamen Ranking tinggi bisa bikin kita masuk pot undian yang lebih menguntungkan di turnamen seperti Piala Asia atau Kualifikasi Piala Dunia. Artinya, kita bisa hindari lawan berat di fase awal.

  2. Gengsi dan Citra Internasional Ranking FIFA juga mencerminkan seberapa respected kita di mata dunia. Nggak bisa dimungkiri, ranking 130-an jauh lebih enak dilihat ketimbang 170-an.

  3. Peluang Uji Coba Internasional Negara dengan ranking bagus biasanya lebih gampang dapat lawan uji coba dari negara besar. Siapa yang mau lawan tim ranking 180 kalau nggak dapat nilai poin besar?

  4. Moral dan Kepercayaan Diri Pemain Ini yang paling penting. Pemain juga manusia. Ketika tahu ranking negaranya membaik, itu suntikan moral yang luar biasa.

Kritik dan Frustrasi Sebagai Fans Setia

Meski sekarang kita udah lebih baik, saya juga nggak lupa masa-masa suram timnas.

Ada satu masa di mana kita kalah lawan tim yang bahkan namanya nggak familiar. Main di kandang sendiri, tapi permainan berantakan. Lalu besoknya media sosial penuh hujatan. Ada yang nyalahin pelatih, ada yang nyalahin PSSI, ada juga yang cuma bisa ngeluh kayak saya waktu itu: “Kapan kita bisa ranking 100 besar, ya?”

Tapi dari situ saya belajar satu hal: fans itu punya dua sisi. Bisa sangat kejam, tapi juga bisa sangat setia. Dan saya memilih tetap setia, meski sering patah hati.

Momen Paling Mengharukan: Ketika Timnas Menang dan Ranking FIFA Naik

Salah satu momen yang bikin saya nyaris nangis (serius, bukan lebay) adalah saat Indonesia menang lawan Kuwait di kualifikasi Piala Asia. Di atas kertas, Kuwait jauh lebih kuat dan punya pengalaman internasional yang kaya. Tapi di lapangan, pemain-pemain kita main penuh semangat dan disiplin.

Saat peluit akhir berbunyi, saya langsung buka aplikasi ranking FIFA—dan benar saja, kita dapat tambahan poin signifikan. Itu bukan cuma kemenangan, tapi juga bukti bahwa ranking FIFA bisa naik lewat kerja keras dan disiplin taktik dikutip dari situs resmi Detik Sport.

Saya sampai tulis status di WhatsApp: “Kita nggak butuh keajaiban, kita butuh kontinuitas.”

Apa yang Bisa Kita Lakukan Sebagai Fans?

Peringkat FIFA Timnas

Sebagai fans, kita memang nggak bisa langsung ngubah ranking FIFA. Tapi kita bisa bantu lewat:

  1. Dukungan Positif
    Bukan berarti nggak boleh kritik, tapi salurkan dengan cara yang membangun. Pemain juga butuh dukungan moral, bukan cuma tekanan.

  2. Tonton Pertandingan Resmi
    Semakin banyak penonton, makin besar peluang sponsor, dan makin solid federasi.

  3. Pahami Pentingnya FIFA Matchday
    Jangan remehkan uji coba resmi. Kadang itu jadi penentu besar kecilnya tambahan poin FIFA.

  4. Sebar Optimisme
    Ranking FIFA bukan akhir segalanya, tapi ini salah satu indikator perkembangan. Yuk jadi bagian dari cerita kebangkitan timnas.

Harapan: Bisa Masuk 100 Besar Sebelum 2030

Saya punya harapan sederhana: sebelum 2030, Indonesia bisa tembus peringkat FIFA 100 besar. Nggak harus spektakuler, tapi lewat pembangunan sistem yang konsisten.

Dengan regenerasi pemain muda, naturalisasi strategis, dan pelatih yang tepat—saya yakin itu bukan mimpi kosong. Timnas kita sekarang punya potensi luar biasa. Dan tugas kita, sebagai fans, adalah terus mendukung, bukan menjatuhkan.

Saya akan terus dukung timnas, bahkan kalau ranking sempat turun. Karena cinta yang sejati itu nggak tergantung angka, tapi dari rasa percaya bahwa suatu saat, kita akan melihat bendera merah putih berkibar di panggung dunia.

Ranking Bisa Naik-Turun, Tapi Cinta Timnas Tetap di Hati

Ranking FIFA timnas memang bukan segalanya. Tapi buat saya, itu adalah simbol harapan. Ketika angka itu naik, rasanya kayak lihat tanaman yang akhirnya tumbuh setelah disiram tiap hari. Ada kepuasan yang nggak bisa dijelasin.

Dan siapa tahu, suatu hari nanti, saya bisa cerita ke anak saya: “Ayah dulu lihat langsung waktu ranking timnas naik dari 173 ke 98. Itu momen luar biasa.”

Baca Juga Artikel dari: Gaya Hidup Low Waste: Perjalanan Gue Konsumtif Lebih Sadar

Baca Juga Konten dengan Artikel Terkait Tentang: Sports

Author